1. Bidang Politik
Positif
a) Melarang penggunaan Bahasa Belanda dan memperbolehkan Bahasa Indonesia sebagai
b) Dibentuknya badan persiapan kemerdekaan Indonesia, yaitu BPUPKI dan PPKI. Dengan kemunculan badan persiapan ini, muncullah ide Pancasila.
c) Mendukung semangat Anti-Belanda, sehingga secara tidak langsung Jepang ikut mendukung semangat jiwa nasionalisme Indonesia.
d) Memberi kesempatan bagi rakyat Indonesia untuk ikut serta dalam pemerintahan politik.
Negatif
a) Dilarangnya kegiatan politik dan dibubarkannya organisasi politik yang ada.
b) Dilarangnya segala jenis rapat dan kegiatan politik.
2. Bidang Ekonomi
Positif
a) Didirikannya kumyai yaitu koperasi yang bertujuan untuk kepentingan bersama.
b) Diperkenalkan suatu sistem baru bagi pertanian yaitu line system (sistem pengaturan bercocok tanam secara efisien) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan.
Negatif
a) Banyak militer Jepang yang mengambil secara paksa makanan, pakaian, dan perbekalan lainnya dari rakyat Indonesia secara paksa dan tanpa kompensasi.
b) Eksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan perang Jepang.
c) Krisis ekonomi parah karena pemerasan uang rakyat.
d) Kegiatan ekonomi difokuskan untuk kepentingan militer, segala sesuatu yang bukan militer sering kali terbengkalai.
e) Penerapan sistem ekonomi perang dan Autarki (memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan menunjang kegiatan perang).
3. Bidang Pendidikan
Positif
a) Dalam pendidikan dikenalkannya sistem Nipon-sentris dan diperkenalkannya kegiatan upacara dalam sekolah.
b) Mendirikan sekolah-sekolah seperti SD 6 tahun, SMP 9 tahun, dan SLTA
Negatif
a) anyak guru-guru yang dipekerjakan sebagai pejabat pada masa itu yang menyebabkan kemunduran standar pendidikan secara tajam.
4. Bidang Militer
Positif
a) Jepang memberikan pelatihan militer-semimiliter kepada pemuda Indonesia dan mempersenjatai pemuda demi keperluan perang Jepang. Seperti mengikutsertakan pemuda ke organisasi keibodan, heiho, suisintai dan sebagainya
b) Peninggalan peralatan militer dan infrastruktur perang yang digunakan oleh Jepang dapat digunakan sebagai modal untuk mempertahankan kemerdekaan. Setelah Jepang menyerah terhadap sekutu, banyak tangsi-tangsi dan peralatan militer Jepang yang dikuasai oleh pejuang Indonesia.
Negatif
a) Pelanggaran HAM. Karena militer Jepang akan menghukum dengan Keras orang-orang yang menentang Jepang.
5. Bidang Sosial Budaya
Positif
a) Munculnya sikap persatuan untuk mengusir penjajahan
b) tradisi kerja bakti secara massal melalui kinrohosi/ tradisi kebaktian di dalam masyarakat Indonesia juga berkembang. Adanya tradisi kebaktian, kerja keras dan ulet dalam mengerjakan tugas.
c) Bangsa Indonesia mengalami berbagai pembaharuan akibat didikkan Jepang yang menumbuhkan kesadaran dan keyakinan yang tinggi akan harga dirinya.
d) Pembentukan strata masyarakat hingga tingkat paling bawah yaitu rukun tetangga (RT) atau Tonarigumi.
e) Kebebasan untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa Pengantar
f) Jepang mendirikan Keimin Bunka Shidosho (Pusat Kebudayaan) tanggal 1 April 1943 di Jakarta. Fungsi lembaga ini mewadahi aktivitas budayawan Indonesia.
g) Dalam pendidikan dikenalkannya sistem Nippon sentris dan diperkenalkannya kegiatan upacara dalam sekolah.(bisa pendidikan bisa ini)
Negatif
a) Pelarangan terhadap buku-buku berbahasa Belanda dan Inggris yang menyebabkan pendidikan yang lebih tinggi terasa mustahil.
b) Banyak guru-guru yang dipekerjakan sebagai pejabat-pejabat pada masa itu yang menyebabkan kemunduran standar pendidikan secara tajam.
c) Adanya pemaksaan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang agar masyarakat Indonesia terbiasa melakukan penghormatan kepada Tenno ( Kaisar) yang dipercayai sebagai keturunan dewa matahari ( Omiterasi Omikami). Sistem penghormatan kepada kaisar dengan cara membungkukkan badan menghadap Tenno, disebut dengan Seikeirei. Penghormatan Seikerei ini, biasanya diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Jepang ( kimigayo).
d) Pada masa Jepang banyak rakyat Indonesia yang dipaksa menjalani romusha.
e) Terjadinya perbudakan wanita (yugun ianfu).
f) Pembatasan pers sehingga tidak ada pers yang independen, semuanya dibawah pengawasan Jepang.
g) Terjadinya kekacauan situasi dan kondisi yang parah seperti perampokan, pemerkosaan dan lain-lain.
No comments:
Post a Comment